Rahasia Menyeduh Kopi Sempurna

Rahasia Menyeduh Kopi Sempurna - Secangkir kopi hangat yang sedap bisa menjadi obat semangat di pagi hari. Kandungan kafein yang tinggi akan membuat Anda lebih bersemangat dan juga menghindarkan kantuk.


Rahasia Menyeduh Kopi Sempurna


Namun itu bisa terjadi kalau kopi yang Anda nikmati diseduh dengan sempurna. Tak perlu jadi barista andal untuk bisa meracik kopi yang enak. Pasalnya, para ahli sudah menemukan rumus tepat untuk membuat kopi yang sedap.

Kunci kenikmatan kopi ternyata terletak pada jumlah air yang dipakai untuk menyeduh kopi. Takaran air untuk kopi bubuk sangat mempengaruhi rasa kopi.


Jumlah air yang berbeda akan memberikan perbedaan rasa. Kopi bisa terasa ringan atau kuat tergantung jumlah air.

Hal ini berlaku pada cara pembuatan kopi dengan French press atau membuat kopi dengan alat penyaring. French press adalah alat penyeduh kopi yang dapat menghilangkan ampas kopi dengan menekan melalui tutupnya.

Dilansir dari Daily Mail, National Coffee Association USA (NCA USA) merumuskan "Golden Ratio" atau rasio emas untuk menyeduh kopi.

Anda cukup mencampurkan satu atau dua sendok makan kopi bubuk dengan 177 ml air (6 ons air).

Pilihan untuk menyeduh satu atau dua sendok makan kopi bubuk tergantung pada seberapa 'kuat' rasa kopi yang diinginkan. Dua sendok kopi berarti rasa minuman Anda akan terasa kuat.

Asosiasi tersebut juga merekomendasikan untuk menggunakan air pada suhu antara 85 - 96 derajat Celcius.

Dilansir dari Daily Mail, National Coffee Association USA (NCA USA) merumuskan "Golden Ratio" atau rasio emas untuk menyeduh kopi.

Anda cukup mencampurkan satu atau dua sendok makan kopi bubuk dengan 177 ml air (6 ons air).

Pilihan untuk menyeduh satu atau dua sendok makan kopi bubuk tergantung pada seberapa 'kuat' rasa kopi yang diinginkan. Dua sendok kopi berarti rasa minuman Anda akan terasa kuat.

Asosiasi tersebut juga merekomendasikan untuk menggunakan air pada suhu antara 85 - 96 derajat Celcius.
(Info Kopi)

Kopi Jawa

Kopi Jawa - Jawa punya macam kopi lebih banyak daripada daerah lain. Sebab, wilayah Jawa lebih luas dan hampir di setiap daerahnya terdapat produk kopi. Sebut saja di Malang ada kopi Dampit, Bondowoso punya kopi Raung dan Ijen, Yogyakarta memiliki kopi Merapi, demikian halnya dengan Kendal.

Kopi Jawa

Kopi Jawa
Kopi Jawa


Kopi Dampit menjadi brand untuk kopi di Malang. Kopi ini memiliki aroma dan cita rasa cokelat karamel.

Kopi Ijen Raung diambil dari nama dua gunung yang mengapit Bondowoso, yakni Gunung Ijen dan Raung. Kopi arabika Ijen Raung memiliki rasa khas masam, cokelat, pedas, serta beraroma rempah-rempah. Rasa asam itu dihasilkan karena kopi tersebut tumbuh di lereng gunung dengan ketinggian di atas 1.000 mdpl.



Sementara itu, nama kopi Merapi memang tak sepopuler macam lainnya. Padahal, kopi tersebut sudah dibudidaya sejak zaman kolonial Belanda. Kopi tersebut ditanam di lereng Gunung Merapi yang hingga kini masih aktif.

Kopi Merapi memiliki cita rasa halus, berbeda dari kopi lainnya. Hal itu diperoleh karena kopi Merapi ditanam di tanah vulkanik sehingga tekstur dan rasanya cenderung lebih halus.

Untuk Kendal, ada kopi varietas exelsa dan robusta. Kopi Kendal memiliki tiga aroma, yakni buah nangka, pisang, dan cengkeh. Kopi yang beraroma buah nangka adalah varietas Exelsa, sedangkan kopi yang mempunyai aroma buah pisang adalah varietas robusta.(Info Kopi)

Kopi Bali

Kopi Bali - Bali memiliki kopi khas yang biasa disebut Kintamani. Kopi Bali ini sebagian besar dikembangkan di Desa Mengani sekitar Danau Kintamani. Maka dari itu, sebagian orang ada yang menyebut kopi khas Bali adalah Mengani atau Kintamani Mengani.


Kopi Bali

Kopi Bali
Kopi Bali


Di Desa Mengani, 95 persenkopi yang ditanam berjenis “kobra”. Disebut “kobra”, kopi Bali ini kali pertama dikembangkan di Kolombia dari hasil persilangan Caturra dengan Hibrido de Timor, tetapi kemudian lebih populer di Brasil.

Kopi Kintamani olahan Pabrik Kopi Mengani memiliki kekhasan rasa tersendiri. Aroma yang muncul adalah buah longan, melon, dan karamel dari selai nanas pada kue nastar. Rasa ini tidak lepas dari faktor tanah, varietas, dan teknik pengolahan.

Kopi Lombok yang cukup dikenal di Indonesia, terutama yang diolah di Dusun Prabe, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Tahun 2013, nama kopi “Lombok” berganti dengan nama kopi “Prabe Lombok”. Lalu tahun 2015, namanya kembali berubah menjadi kopi “Radja Lombok”.

Selain kopi Radja Lombok, Dusun Prabe juga mengeluarkan Kopi Sembalun yang ditanam di lereng Gunung Rinjani. Kopi Sembalun dibuat dari biji kopi pilihan yang benar-benar sudah matang.(Info Kopi)

Kopi Sulawesi

Kopi Sulawesi - Berbicara tentang kopi di Sulawesi, pasti mengarah ke kopi Toraja. Kopi Sulawesi ini termasuk legendaris dan sudah dikenal hingga ke luar negeri.

Kopi Sulawesi

Kopi Sulawesi
Kopi Sulawesi


Kopi Toraja dulu dikenal sebagai minuman santai kaum elite. Bahkan, oleh masyarakat Toraja sendiri, kopi tersebut disebut minuman para dewa (Kopi Toraja, Kopi Para Dewa/Harian Kompas edisi 14 Agustus 2016).

Kopi Sulawesi  juga dijadikan minuman pesta-pesta para elite di Batavia pada abad ke-19, dan menjadi komoditas yang diperebutkan para pedagang besar di Sulawesi.

Kopi Toraja memiliki dua varietas, yakni arabika dan robusta. Keduanya memiliki kandungan asam yang cukup rendah. Kopi Toraja ini tidak meninggalkan rasa pahit, sensasi rasa pahit langsung hilang seketika pada tegukan pertama.

Umumnya rasa kopi Toraja serupa dengan kopi Sulawesi, yaitu memiliki rasa khas tanah dan hutan dengan kandungan asam rendah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh proses pemetikan biji kopi menggunakan teknik tertentu.(Info Kopi)

Kopi Papua

Kopi Papua - Kopi Papua terbilang salah satu kopi terbaik di Indonesia. Sebagian orang menyebut rasa kopi asal Papua yang mayoritas varietas Arabika ini sangat nikmat, terlebih kopi yang ditanam pada ketinggian 2.000 mdpl, yakni di puncak Pegunungan Jayawijaya.

Kopi Papua

Kopi Papua
Kopi Papua


Dikutip Kompas Travel, Kwei Ing, salah satu penyedia kopi arabika Papua saat Organic Weekend Festival di Hotel Crowne Plaza Bandung, Sabtu (19/3/2016), menyebutkan, kopi arabika dari dataran tinggi Papua merupakan salah satu kopi terbaik yang dimiliki Indonesia.

“Kopi arabika yang ditanam di area puncak pegunungan Jayawijaya memiliki kadar asam yang mendekati nol, dan kafein yang rendah. Karena semakin tinggi tempatnya, kopi arabika akan semakin bagus,” ujar Ing.

Menurut Ing, kopi arabika ditanam pada ketinggian 2.000 mdpl. Secara geografis, itu termasuk yang tertinggi di dunia sehingga bebas polusi, bebas hama, dan tidak membutuhkan pupuk.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Papua, terdapat 16 kelompok petani kopi Papua yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Dogiyai.(Info Kopi)

Kopi Lampung

Kopi Lampung - Lampung juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia. Sebagian besar, jenis kopi yang ditanam adalah robusta.

Kopi Lampung

Kopi Lampung
Kopi Lampung


Salah satu kopi Lampung yang terkenal adalah kopi Ulubelu. Nama Ulubelu sendiri diambil dari nama kecamatan di Tanggamus, tempat kopi tersebut ditanam.

Kopi Ulubelu memiliki karakteristik biji kopi yang sedikit berbeda dari jenis kopi robusta di daerah lainnya. Kopi ini memiliki bentuk buah atau biji kopi yang lebih bulat dari kebanyakan kopi robusta, terutama kopi robusta daerah lain di Lampung.

Selain itu, cita rasa kopi Ulubelu lebih berat menunjukkan kandungan zat yang lebih banyak pada sebuah biji kopi, serta memiliki rasa yang sangat lezat dengan aroma begitu khas. Ada yang bilang aromanya seperti cokelat atau gula aren.

Kopi Ulubelu bisa mudah didapat di berbagai outlet makanan khas Lampung hingga swalayan di Kota Bandar Lampung. Bahkan, kopi Ulubelu Lampung kemasan modern telah merambah pasar luar daerah.

Sebagian besar penduduk setempat menyajikannya dengan mencampurkan gula aren pada seduhan kopi tubruknya.

(Info Kopi)

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera - Sumatera juga memiliki kopi yang memiliki cita rasa nikmat. Beberapa jenis kopi Sumatera yang sudah terkenal di dalam dan luar negeri adalah kopi Sidikalang, Besemah, dan arabika Dolok Sanggul.

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera
Kopi Sumatera


Biji kopi Sidikalang memiliki tekstur yang lambut, tetapi rasanya berat. Rasa khas ini dikatakan sebagai hasil perpaduan cuaca sejuk dengan tanah di ketinggian 1.500 mdpl.

Selain Sidikalang, Kopi Sumatera juga memiliki kopi Besemah. Tanaman kopi ini terletak di daerah perbukitan dan pegunungan Pagaralam. Jenis kopi robusta ini sangat diminati karena memiliki aroma yang istimewa dan kuat. Wanginya sudah tercium sebelum kopi tersebut dibuat. Konon, kopi sumatera ini merupakan minuman favorit Ratu Juliana pada zaman penjajahan Belanda dulu.

Lalu, Dolok Sanggul yang merupakan kopi khas Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kopi Dolok Sanggul memiliki karakter khas, yakni ukuran biji hijau kebiru-biruan yang mungil dengan aromanya menyengat. Saat diseduh, aromanya kuat. Rasa asam buah memikat, terdapat semacam rasa cokelat atau gula merah, pahitnya segar dan lekat di langit-langit mulut.

Kopi Sumatera juga memiliki kopi arabika dan robusta di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Kopi Selatan, terutama di tanah dengan ketinggian 500-1.500 mdpl di Desa Segampit, Kecamatan Semendo. Rasanya mirip cokelat keasam-asaman.(Info Kopi)

Kopi Aceh

Kopi Aceh - Kopi di tanah Aceh tersebar di sejumlah daerah, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Kopi Aceh terkenal dengan sebutan kopi Gayo. Rata-rata kopi ini ditanam di dataran tinggi di tiga daerah tersebut.

Kopi Aceh

Kopi Aceh
Kopi Aceh


Secara historis, kopi Aceh muncul sekitar abad ke-17, pada masa penjajahan Belanda. Kopi Aceh ini terbilang nikmat sehingga dijadikan primadona oleh Belanda. Bahkan, Belanda menyebut kopi ini produk masa depan karena saat itu sangat diminati di pasar luar negeri. (Tanah Air: Kopi Gayo, Warisan yang Menghidupi/Harian Kompas edisi Sabtu, 20 Agustus 2011)

Kini, kopi Gayo, selain terkenal di negeri sendiri, juga dikenal oleh penikmat kopi di luar negeri, terutama di Uni Eropa.

Terdapat 60 varietas dan cultivated variety kopi Gayo. Namun, dari banyak varietas itu, dua di antaranya diambil untuk dikembangkan, yakni varietas Gayo 1 dan Gayo 2. Pengembangan dua varietas ini merupakan saran dari Kementerian Pertanian karena keduanya dianggap memiliki kualitas baik.

Menurut Mahdi, Ketua Gayo Cupper Team (GCT), sebuah asosiasi penguji cita rasa kopi, salah satu ciri khas kopi arabika Gayo adalah kecenderungan pada rasa yang tidak konsisten. Hal itu terjadi karena perkebunan kopi di daerah ini memiliki ketinggian yang berbeda, serta cara budidaya yang beragam.

Kopi arabika yang ditanam pada ketinggian di bawah 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) cenderung menghasilkan kualitas fisik jelek dan cita rasa yang tidak disukai oleh penikmat kopi pada umumnya. Keasaman kopi rendah dan kurang kental. Sementara itu, kopi yang ditanam di atas ketinggian 1.200 mdpl menghasilkan biji kopi yang baik dengan cita rasa yang lebih kompleks.(Info Kopi)

Kopi Sebaiknya Diminum Tanpa Gula

Kopi Sebaiknya Diminum Tanpa Gula - Kopi itu hitam dan pahit. Dua hal ini memang sangat identik dengan kopi. Mungkin banyak orang yang masih paham dengan warnanya, tapi bagaimana dengan rasa pahitnya yang langsung menyentak ketika menyentuh lidah?

Kopi Sebaiknya Diminum Tanpa Gula
Kopi Sebaiknya Diminum Tanpa Gula 

Menambahkan gula ke dalam kopi seringkali jadi jalan pintas untuk menghilangkan rasa pahitnya.

Kopi memang pahit, tapi jika dicecap perlahan dan dirasakan mendalam, kopi tidak sepenuhnya pahit. Tiap jenis biji kopi punya kekhasan rasa masing-masing.

Namun, bagi pecinta kopi, menambahkan gula seringkali dianggap terlarang untuk dilakukan.

Fonny, Barista Ruang Seduh mengungkapkan bahwa minum kopi memang sebaiknya tanpa menambahkan gula.

"Minum kopi pakai gula ya sama saja minum gula," ujarnya kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di coffee shop Ruang Seduh di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (29/9).

Menurutnya, jika kopi ditambah gula, maka ekspektasi rasa yang diinginkan dari kopi tidak akan didapat. Rasa khas kopi tertutup manisnya gula. Padahal, lanjut Fonny, kopi punya citarasa beragam, seperti rasa asam, buah, pahit, rempah, ataupun rasa manis.

"Selama ini orang ada juga yang menganggap kopi itu asem, sour. Sour itu istilah berkonotasi negatif, enggak enak, lalu ditambahin gula biar enak. Kalau kopi diistilahkan acid, asam juga, tapi positif," tambahnya.

Hanya saja, jangan bayangkan kalau semua rasa kopi ini akan muncul dengan kuat begitu Anda menikmatinya. Sama seperti wine yang menyimpan 'rahasia' rasa dan aroma sendiri di setiap layer cecapannya, rasa khas kopi juga 'tersembunyi' di balik rasa pahitnya.

Senada dengan Fonny, barista East Indische Koffie, Agung Yuwandono menyarankan agar menikmati kopi apa adanya alias tanpa gula.

"Kopi itu mempunyai zat glukosa tersendiri, jadi ketika ia dicampur dengan gula otomatis gula di kopi itu sendiri naik," kata Agung kepada CNNIndonesia.com saat ditemui dalam acara Urban Life Coffee, Fashion & Sneakers di Mal Ciputra Jakarta, Jumat (29/9).

Ia berpendapat, kopi jenis arabika lebih nikmat diminum tanpa gula. Sedangkan kopi robusta bisa menambahkan gula. Kopi ini punya rasa pahit lebih kuat atau strong daripada arabika.

"Tidak masalah pakai gula, itu selera," katanya.(Info Kopi)

Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta

Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta - Meski jenis minuman ini sudah sangat akrab, namun dengan mengusung konsep baru yang kekinian, kopi susu ternyata bisa juga mencuri perhatian foodies Ibu Kota. Belum lagi berbicara tentang harganya yang jauh lebih ekonomis. Seiring popularitas yang terus menanjak, sekarang sudah bisa kamu temukan beberapa kedai penyaji kopi susu dengan nama menu unik-unik.

Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta

Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta

Mengingat banyaknya pilihan, kemudian secara otomatis muncul pertanyaan, "mana yang mesti docoba dulu?". Meski sama-sama berlabel kopi susu, jangan kamu sangka semua kedai ini menjualnya dengan tawaran sensasi maupun rasa seragam. Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (20/8/2017), berikut deretan kopi susu paling fenomenal dan kekinian di Jakarta.

Kopi Tuku, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Kopi Tuku, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Toko Kopi Tuku. Sebelum yang lain, Tuku sudah duluan ternama dengan es kopi susu tetangganya. Dengan cita rasa yang lebih creamy dan manis tanpa harus enek, wajar kalau minuman andalan di sini jadi favorit banyak orang. Presiden Jokowi bahkan sudah pernah mencoba sendiri kenikmatan kopi susu tetanggga lho! Juga, harganya jauh jauh jauh lebih ekonomis, di mana kamu hanya perlu merogoh Rp18 ribu dari kocek.

Kopi Sagaeh, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Kopi Sagaeh, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Sagaleh, Jakarta. Sagaleh. Ketimbang Tuku, Sagaleh memang jauh lebih baru Tapi, rasanya boleh diadu. Masih dengan harga yang begitu ramah di kantong, yakni hanya Rp15 ribu, kamu bisa menikmati satu porsi es kopi susu segar. Perpaduan kopi dan susunya pas banget. Semuanya nge-blend, jadi kamu nggak akan menemukan satu komponen yang lebih menonjol di sini.

  Kopi Sana, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Kopi Sana, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta

Kopi Sana, Jakarta.  Meski kopi susu tetap jadi jagoan, tapi menu lain di sini juga nggak kalah menggoda. Bagi kamu yang ingin mencoba sajian lain, bisa beralih ke kopi hitam, teh susu, juga susu Sana. Kalau ingin, kamu bisa meminum langsung Kopi Sana di tempat, di mana konsepnya cukup minimalis nan santai, tapi nyaman. Mau?

Kopi Kawi, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Kopi Kawi, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta


Dibawahtangga, Jakarta. Kedai milik artis Nino Fernandez ini juga punya menu kopi susu yang menggiurkan lho! Ada dua jenis tawaran kopi susu di sini, yakni kopi susu kampung dan kopi susu kota. Buat kamu yang suka rasa kopi sedikit asam, bisa memesan kopi susu kampung. Menyesap kopi susu ditemani beberapa makanan ringan tentu tak terdengar seperti ide buruk, bukan?

Kopi Kawi, Tempat Ngopi Paling Hit di Jakarta
Kopi Kawi, Jakarta. Serba unik, tempat ini tak hanya punya kopi susu, atau es KPK sebagaimana mereka menamakannya, yang enak, tapi juga mengusung packaging berbeda. Di belakang gelas plastiknya tertulis ‘karena waktu adalah uang dan keduanya tak seharusnya dikorupsi’. Seperti tempat lain, kopi susu di sini juga dibandrol hanya belasan ribu.


(Info Kopi)

Kopi Bisa Cegah Kematian Wanita Diabetesi

Kopi Bisa Cegah Kematian Wanita Diabetesi - Anda mungkin sering mendengar bahwa minum kopi atau teh terlalu sering tidak baik untuk kesehatan.

Kopi Bisa Cegah Kematian Wanita Diabetesi 

Kopi Bisa Cegah Kematian Wanita Diabetesi
Kopi Bisa Cegah Kematian Wanita Diabetesi 


Namun, belum lama ini, penelitian terbaru dari Universitas Porto di Portugal menemukan bahwa minum teh atau kopi secara teratur membantu menurunkan risiko kematian wanita pengidap diabetes.

Dalam penelitiannya, para pakar meneliti hubungan antara tingkat asupan kafein dan kematian di lebih dari 3.000 pria dan wanita dengan diabetes di AS. Penelitian ini pun dilakukan dari 1999 sampai 2010.

Seperti dikutip dari situs Boldsky pada Jumat, (15/9/2017) wanita pengidap diabetes yang mengonsumsi 100 mg kopi per hari memiliki kemungkinan 51 persen lebih rendah untuk meninggal dunia.

Menurut mereka, semakin banyak kopi yang dikonsumsi, persentase terhindar dari kematian akibat penyakit diabetes pun semakin tinggi.

Studi ini telah dipresentasikan pada European Association for the Study of Diabetes (EASD) di Lisbon, pada 2017. (Info Kopi)

Manfaat Kopi untuk Kesehatan

Manfaat Kopi untuk Kesehatan, mulai dari panjang umur hingga mengurangi risiko kanker. Manfaat kopi hitam ternyata mencengangkan Para peminum kopi harus tahu manfaat kopi bagi kesehatan. Ternyata, manfaat kopi sungguh tak terduga.
\
Kita yang tinggal di Indonesia, tentu senang mendengar fakta ini. Bagi yang suka minum kopi Indonesia, apalagi. Sudah enak, sehat pula!

Manfaat Kopi untuk Kesehatan

Manfaat Kopi untuk Kesehatan
Manfaat Kopi untuk Kesehatan


Jika dikonsumsi tanpa gula, segelas kopi hitam cuma bernilai 2 kalori. Artinya, ia minuman yang sehat, tak membuat gemuk atau mengganggu diet karbohidrat kita. Seduhan kopi juga adalah sumber antioksidan, yang penting untuk memerangi radikal bebas dalam tubuh.

Sekilas menurut riset, minum kopi hingga 5 cangkir sehari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Nah, sampai di sini, silakan seduh kopi hitam Anda, hehehe…

Manfaat kopi menurut penelitian

Pertama, menurut sebuah riset di Jepang yang meneliti lebih dari 70.000 peserta. Dari riset ini, manfaat kopi bagi pria yang minum satu atau dua cangkir kopi per hari ternyata mengurangi risiko penyakit kardiovaskular–yakni penyakit yang berhubungan dengan jantung dan peredaran darah. Risiko penyakit kardiovaskular berkurang sungguh drastis: bisa hingga sekitar 38 persen. (Kabar gembira: juga berlaku untuk teh hijau, teh hitam, dan teh oolong).

Kedua, menurut studi Neal D. Freedman, dkk, ternyata risiko kematian peminum kopi juga berkurang 6 persen! Ya. Artinya, kopi adalah pangkal panjang umur. Jika Anda minum sekitar 2-3 cangkir kopi sehari, risiko kematian berkurang 10 persen. Jika 4-5 cangkir, 12 persen. Wow.

Ketiga, pada tahun 2004. Harvard Women’s Health Watch menyatakan bahwa kopi aman dikonsumsi dalam jumlah yang normal.Riset ini juga menekankan kembali bahwa manfaat kopi adalah menurunkan risiko menderita diabetes tipe 2, mengurangi risiko penyakit batu empedu, mengurangi risiko kanker usus besar, juga mengurangi risiko kerusahakan hati, serta mengurangi risiko penyakit Parkinson.

Keempat, penelitian di Norwegia menemukan korelasi konsumsi kopi dan “penyakit kantor”. Nyeri di punggung dan leher, hingga lemas otot adalah derita khas saat Anda kerja keras di kantor. Mereka yang menyeruput kopi ternyata bisa lebih dapat mengatasi penyakit-penyakit ini. Sementara mereka yang tidak, menderita pegal-pegal dan lebih lesu selama bekerja keras dan lembur.

Kesimpulan Manfaat Kopi

Kopi ternyata punya banyak manfaat selain pelawan kantuk. Beberapa di antara manfaat kopi yang sudah terbukti menurut penelitian adalah:


  • Melindungi kita dari diabetes tipe 2
  • Menghindarkan kita dari penyakit Parkinson
  • Mungkin mengurangi risiko kanker hati
  • Bisa menghindari penyakit terkait hati (sclerosing cholangitis, cirrhosis)
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
  • Mengurangi risiko terkena sakit batu empedu
  • Mengurangi risiko terkena kanker usus besar
  • Mengurangi nyeri punggung, leher dan lemas otot saat bekerja kantor intensif


Sementara itu, perkembangan terbaru dari manfaat kopi untuk kesehatan adalah (belum teruji):


  • Mengurangi risiko terkena serangan stroke
  • Konsumsi tinggi kopi bisa membantu melawan kanker prostat
  • Melindungi indra penglihatan
  • Mengurangi tinnitus (kuping berdenging dan sakit) untuk perempuan
  • Mengurangi risiko kanker rahim endometrial
  • Mengurangi risiko pembuluh arteri tersumbat—dus membantu mengurangi risiko serangan jantung


Jadi, mengonsumsi kopi jelas aman dan bermanfaat. Yang penting, dosisnya dijaga.Dalam banyak penelitian, dosis yang disebut “normal” adalah bervariasi.Ada yang menyatakan cuma 2-3 cangkir. Ada yang menyatakan aman dan bermanfaat hingga 5 cangkir.Pilih sendiri kebiasaan sehat dan manfaat kopi Anda. Tentunya dengan mengetahui kondisi badan sendiri, serta tetap berkonsultasi dengan dokter.

Anda punya pengalaman sehat bersama kopi? Yuk berbagi dengan kita semua!(Info Kopi)

Cara Membuat Kopi Tubruk Paling Enak

Cara Membuat Kopi Tubruk Paling Enak - Cara membuat kopi ada macam-macam. Kali ini kita akan coba yang paling gampang: kopi tubruk!

Seperti namanya, tubruk intinya adalah cara membuat kopi yang menubrukkan kopi dan air secara langsung. Sederhana! arena ingat, hasilnya adalah secangkir kopi tubruk yang paling enak!

Tentang Kopi Tubruk

Kopi Tubruk
Kopi Tubruk


Kopi tubruk adalah cara membuat kopi yang paling awam. Di rumah-rumah, kopi tubruklah yang paling sering dihidangkan. Di kantor dan di tempat kerja pun demikian.

Di desa, para petani sering membawa bekal kopi bubuk dan air panas (serta gula) untuk ngopi di ladang.Dalam acara umum seperti pertemuan maupun pengajian, kopi tubruk sering disajikan.Di Indonesia, kopi tubruk sering diidentikkan dengan si hitam manis. Ya. Setelah ditubruk, kopi sering langsung dicampur dengan gula.Namun di kedai-kedai kopi (dan baiknya) kopi tubruk disajikan tanpa gula. Ini untuk merasakan langsung karakter kopi yang kita minum. Satu lagi, demi kesehatan

Cara membuat kopi tubruk: yang harus diperhatikan

Walau terkesan gampang, perhatikan hal-hal berikut jika kita ingin kopi tubruk terbaik:

Air
Dalam sajian kopi tubruk, 90 persen lebih isi cangkir kita adalah air. Maka peranan air sangat penting! Pastikan air yang kita gunakan bersih dan pada temperatur yang tepat.Saya biasanya menggunakan air mineral merk Amidis untuk menyeduh kopi. Ini anjuran teman-teman saya yang lebih jago bikin kopi, hehehe. Kata mereka, air mineral bisa lebih mengeluarkan karakter kopi.Jika tak ada, pakai air kita sehari-hari saja. Cuma pastikan air tersebut segar. Tak berasa dan tak berbau.
Untuk kopi tubruk, air biasanya dipanaskan hingga sekitar 90 derajat Celcius. Jika tak punya termometer, masak air hingga mendidih dan biarkan selama 1,5-2 menit.

Kopi yang akan diseduh
Bagian terpenting selanjutnya sudah jelas. Kita harus punya kopi!Yang harus kita pastikan dan prioritaskan adalah kesegaran si kopi.Dalam hal ini, saya terus terang merekomendasikan biji kopi yang baru digiling. Lebih ideal lagi, biji kopi yang akan kita giling harus pula segar. Ia harus fresh dari tempat roasting (sangrai). Jangan gunakan biji kopi sangrai yang sudah mendekam lebih dari 2 bulan.Maka dari itu, baiknya kita punya grinder (penggiling kopi) sendiri. Dengan cara ini, seduhan kopi tubruk yang nanti kita hasilkan akan lebih segar, beraroma dan mengeluarkan karakter terbaiknya.

Bentuk kopi yang sudah digiling. 
Bentuk kopi yang sudah digiling. Kali ini ukurannya agak kasar (medium to fine) Hal kedua, perhatikan ukuran gilingnya.Untuk kopi tubruk, biasanya biji kopi digiling halus (fine). Semakin kasar ukuran giling kopi, akan semakin susah air untuk melarutkan sari-sarinya.

Alat seduh
Selanjutnya, perhatikan alat-alat yang kita gunakan. Harus bersih!Untuk kopi tubruk, alat yang digunakan pun sederhana. Ada panci untuk memasak air, teko untuk menuang air, sendok untuk mengaduk (jika perlu), serta server atau cangkir untuk wadah si kopi tubruk.

Rasio kopi dan air
Perbandingan kopi dan air sangatlah penting.Jika air terlalu banyak, seduhan akan encer. Jika dosis kopi terlalu banyak, ia bisa mengalahkan rasa dan karakter lain.Prinsip yang biasa dipegang adalah 1/15. Satu bagian kopi untuk 15 bagian air.Jika kita punya kopi 20 gram, maka air yang kita pakai sekitar 300 ml. Prinsip ini dipercaya akan mengeluarkan rasa dan karakter kopi secara optimal.

Waktu seduh
Timing is everything. Agar seduhan kita menghasilkan aroma dan rasa terbaik, perlu waktu seduh yang tepat. Untuk metode tubruk ini, waktu yang kita butuhkan kira-kira 4 menit.

Sebagai tambahan, pada awal menyeduh sebaiknya kita membasahi kopi selama 30 detik. Ini kita lakukan untuk memanaskan bubuk kopi secara awal (pre-heating). Selain itu, ini kita lakukan juga untuk mengeluarkan gas yang terkandung di kopi dan sela-selanya.

Kopi tubruk adalah kopi yang paling awam kita temui di Indonesia.

Selain cara membuatnya gampang, kopi tubruk adalah budaya keseharian bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, cara membuat kopi inilah yang paling sering dipraktikkan di rumah, di tempat kerja, hingga di acara-acara publik.

Sudah siap menyeduh kopi tubruk Anda? Pusing membaca keterangan di atas?

Singkat kata, cara membuat kopi tubruk dalam lima langkah adalah:

1. Masak air hingga suhu 89-90 derajat Celcius. Jika tak punya termometer, masak air sampai mendidih dan biarkan 1,5-2 menit.

2. Siapkan kopi yang akan kita seduh. Biasanya sekitar 13-14 gram untuk 200 ml air. Tak punya timbangan? Gampang. Kira-kira dua sendok teh untuk satu cangkir air.

3. Tuangkan air ke kopi. Biarkan 30 detik.

4. Masukkan seluruh dosis air. Biarkan selama 4 menit.

5. Kopi tubruk siap dihidangkan

Banyak cara dan detail lain untuk secangkir kopi tubruk. Punya resep? Jangan lupa berbagi dengan kita sem
(Info Kopi)

Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan

Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan - Tebet adalah salah satu sarang nongkrong muda-mudi di Jakarta. Pasar ini tentunya amat menarik bagi pecinta kopi asli Indonesia. Sudah banyak pula kedai kopi yang bertengger di bilangan Jakarta Selatan ini.

Buat saya pribadi, punya langganan kedai kopi di Tebet sungguh jadi prioritas. Soalnya area ini biasa saya lewati saat berangkat kerja. Siapa yang tak mau ngopi enak sebelum ngantor?

Pernah satu kali, saya berangkat agak siang. Sekitar pukul 10.30–dan rasanya ingin sekali menyesap kopi. Sekali putar Tebet, tak ada kedai kopi yang buka. Hasilnya: mangkel seharian.

Sekarang, blantika ngopi di Tebet sedang menggeliat. Mulai ada beberapa kedai yang serius menyajikan kopi enak, mulai dari Casa Verde yang umumnya berbasis espresso, hingga Kopikina.

Kedai yang satu ini mengkhususkan pada banyaknya kopi dari berbagai daerah asal di Indonesia. Ada sekitar 50 macam kopi asli Indonesia yang mereka pajang. Ambisius!

Kopi Kina Bukan Obat Malaria

Sekitar dua tahun lalu, saya datang ke Kopikina. Saat itu saya penasaran. Ini tempat kok selalu ramai. Saat saya datang, rak-rak masih berantakan, dengan toples-toples yang hampir kosong dari biji kopi.

Setelah membayar untuk secangkir kopi dan penganan ringan, saat itu saya membawa pulang kecewa. Kopinya kurang asyik: panas mengepul, bersisa pahit, dan pelayanannya juga masih kurang.

Masih jelas di ingatan bahwa kala itu, saya memesan kopi dari Kalimantan. Saat bertanya preferensi cita rasa si kopi, jawaban yang saya dapat tak memuaskan.

Selama hampir dua tahun, saya meyakini kedai ini punya karunia yang hebat: lokasi, lokasi dan lokasi. Sayang jika kopinya kurang asyik, batin saya.

Sampai saya datang kembali ke Kopikina beberapa bulan lalu.

Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan
Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan

Toples-toples berisi 50-an lebih kopi dari seluruh nusantara sudah tersusun rapi. Nama-nama daerah yang “aneh” bermunculan, bersisian dengan daerah asal yang sudah mapan seperti Gayo, Sumatera dan Papua. Ada kopi dari Ijen, misalnya. Lalu ada arabica dari Kepahiang, Bengkulu.

Kopikina–dua suku kata terakhir bukan berarti si obat malaria, tapi akronim unik dari “kopi seluruh Indonesia”–juga sudah mulai bergiat dalam segi pelayanan. Saya pun menduga lebih jauh: proses mutu kopi juga dinaikkan.

Kemungkinan besar karena persaingan kedai kopi di sekitar Tebet–juga Jakarta–yang cukup sengit. Dan sederhananya, siapa yang tak ingin terus berkembang?

Pelayan dan penyeduh semakin ramah. Dan seperti biasa saat memesan: saya minta rekomendasi si tukang racik kopi.

 Arabica Kepahiang Plus-plus


Kepahiang
Kepahiang 

Begitu kopi Kepahiang – Bengkulu dilisankan, kepala ini pun refleks mengangguk.

Penyeduh (yang sampai berkeringat) meracik bulir-bulir berwarna coklat tua tersebut dengan giat. Tak sampai 15 menit, si kopi pun datang.

Presentasi sajiannya sungguh menarik: untuk kopi metode saring, Kopikina menyajikan dalam botol transparan imut bersama gelas bening. Cantik!

Setelah tampilan kopi lulus dengan nilai keren, sekarang kita harus mengenyam cita rasanya.

Saya tak sempat mengintip ritual penyeduh dari bangku saya. Pemandangan hari itu dihalangi oleh gundukan toples berisi kopi-kopi sangrai. Namun pada akhirnya, seduhan Kopikina hari itu jadi pengalaman yang menyenangkan.

Racikan penyeduh pada hari itu menghasilkan badan kopi tingkat menengah. Namun cita rasanya berdecap lemon, daun rempah, bahkan buah berry. Aroma khas jus buah juga ikut serta di setiap seruput.

Pengalaman ngopi di Kopikina juga meningkat lebih jauh karena atmosfer kedai. Dari macet dan panasnya jalanan Tebet, Kopikina menyurutkan panas dan debu ke suasana rumah (atau gudang?) yang asyik.

Kita bisa memilih duduk di bangku-bangku kayu, atau di meja bar yang diatur mepet ke jendela. Tak sudi melihat ramai jalanan Tebet? Tenang, ada gorden yang bisa menyekat pemandangan dan terang mentari. Cukup nyaman.

Saya membayangkan musik jazz yang lembut, yang lamat-lamat ditingkahi putaran kipas angin dan deru konstan pendingin ruangan. Namun kali itu, Kopikina justru menyajikan musik slow alternative–yang anehnya, cukup sesuai dengan mood ruangan.

Pengalaman visual di kedai ini cukup baik. Dominasi warna coklat, bata dan turunannya menyelimuti mulai dari pintu masuk. Aroma kopi juga menggantung tebal di ruangan, mungkin dipengaruhi oleh letak mesin sangrai di satu sudut kedai.

Ngopi di Tebet? Ya Kopikina!

Bisa dikatakan pengalaman mencicip arabica Kepahiang saat itu melipur lara pengalaman pertama saya dulu.

Kopikina jelas bekerja keras untuk menyajikan secangkir kopi terbaik untuk pelanggannya. Setelah beberapa kali mampir, kedai ini terlihat tekun berbenah. Mereka bahkan menyediakan mesin untuk racikan merujuk espresso.

Jika Anda bergerak-gerik di sekitar Tebet, kunjungilah Kopikina. Walau terkadang kedai ini ramai sekali, jangan segan untuk mampir. Tak salah jika kita mencoba beramah-tamah dengan penyaji atau para penyeduh. Anak-anak muda di bilik kedai ini sangat bersemangat.

Dalam kesempatan lain, saya mencoba (kembali) kopi Solok di Kopikina. Kali ini, seduhan terasa bertambah intens. Usut punya usut, ternyata Kopikina ingin menaikkan kekuatan seduhnya. Intinya, dengan harga dan volume yang sama–kopi di sini terasa lebih nendang. Begitulah kesan yang saya dapat dari Kopikina.

Dari percakapan itulah seduhan berganti menjadi aeropress kopi Gayo kupas kismis, yang tak ada di menu. Kopi olahan semi-natural tersebut memang cukup unik, yang menjadi penutup obrolan singkat tentang blantika kopi di Tebet malam itu.

Dan begitu transaksi pelunasan dilakukan, yang dihitung ternyata cuma satu seduhan.

“Yang nggak ada di menu nggak dihitung Mas,” kata para penyeduh.

Saya pun terkekeh dan mengucap banyak terima kasih.

Jadi siapkan stamina dan mental Anda untuk ngopi 50-an jenis (plus-plus) di Tebet. Mengumpulkan kopi daerah asal sebanyak itu memang rencana ambisius. Dan dari seluruh kedai di Jakarta, cuma di Kopikina tempatnya!

Kopi arabica Kepahiang dan Solok di Kopikina
Harga: Rp 20.000 dan Rp 21.000

Kopikina (Instagram | Twitter)
Jl. KH. Abdullah Syafi’ie No. 1
Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12810 (peta)
Jam buka: 10.00 – 24.00 (Ramadan: 15.00-02.00)


(Info Kopi)

Resep Membuat Cappuccino di Rumah

Resep Membuat Cappuccino di Rumah - Pengen menikmati secangkir cappuccino spesial? Anda tak harus repot-repot datang ke kedai kopi. Kami punya resep kopi enak tersebut. Asyiknya lagi, kita bisa meramu sendiri resep ini di rumah.

Resep Membuat Cappuccino di Rumah

Resep Membuat Cappuccino di Rumah
Resep Membuat Cappuccino di Rumah
Sederhananya, cappuccino adalah minuman berbasis espresso dan susu panas. Satu shot espresso (boleh dua shot, kalau kurang nendang!), dipadu dengan susu panas–yang umumnya melalui proses yang dipanggil steamed. Proses mengolah susu steamed ini penting untuk mencetak rasa manis plus menambah tekstur yang nyaman pada minuman kopi kita.

Awam bahwa di kedai kopi, espresso adalah hasil mesin espresso. Demikian pula susu panas, merupakan hasil steamer yang juga tersedia di mesin espresso.

Tapi, tenang saja jika kita tak punya mesin espresso di rumah. Sebagai pecinta kopi sejati, kita bisa gunakan alat-alat sederhana untuk meramu resep cappuccino spesial ini.

Peralatan Membuat Kopi Cappuccino Enak 

Yang kita butuhkan

Siapkan Biji Kopi Favoritmu. Gayo? Flores? Coba saja yang mana seleramu. Untuk resep kopi enak ini, saya biasa memakai 18 hingga 20 gram kopi untuk 60 mililiter air. Cocok untuk permulaan.

Timbangan. Jka Anda suka memodifikasi resep, timbangan adalah saah satu kuncinya. Timbangan akan kita guakan untuk mengukur rasio. Rasio air dan kopi yang akan kita seduh harus pas. Terlalu banyak kopi, tidak baik. Terlalu encer, tidak baik juga. Harus seimbang!

Penggiling kopi. Untuk hasil terbaik, biji kopi yang baru digiling sangat direkomendasikan. Sajian kopi segar hanya bisa dihasilkan dari bahan yang segar. Jadi, segera siapkan penggiling kopi Anda. Lihat di sini untuk rekomendasi penggiling kopi terbaik rumahan:

Air. Inti dari resep ko.i adalah air. Jadi, pastikan air yang Anda siapkan bersih dengan temperatur 90 derajat. Jika tak ada termometer, jerang air dan diamkan 1 hingga 2 menit.

Susu sapi segar. Susu sapi segar yang dihasilkan peternak lokal sangat direkomendasikan. Selain menikmati hasil perahan terbaik, kita juga akan meningkatkan kesejahteraan peternak dengan membeli produk mereka.

Presso/aeropress. Untuk menghasilkan secangkir espresso, kita butuh presso. Tak perlu galau jika tak ada presso di rumah. Kita juga bisa menggunakan aeropress untuk memeras saripati kopi. Meski hasil perasan tidak sesempurna presso, aeropress bisa jadi solusi.

French press. French press awam digunakan untuk metode seduh manual untuk menghasilkan kopi yang berkarakter. Namun kali ini, french press akan kita pakai untuk membuat susu steamed–dengan cara manual.

Server atau gelas untuk penyajian cappuccino, Jasanya gelas/cangkir ukuran 250 ml sudah cukup. Wadah ini akan menjadi muara dari resep cappuccino yang akan kita seduh.



Resep Membuat Kopi Cappuccino Enak 

Pertama-tama, kita harus membuat espresso!

Espresso atau saripati kopi ini akan menjadi basis resep kopi enak ini. Espresso yang enak menggabungkan cita rasa kopi yang manis, berbadan cukup tebal, dan tentunya, beraroma nikmat.


  1. Panaskan air hingga 90 derajat Celcius.
  2. Sambil menunggu air mendidih, giling kopi 18 gram.
  3. Masukkan kopi yang sudah digiling ke dalam presso atau aeropress.
  4. Press kopi. Untuk 18 gram kopi, masukkan air 90 derajat Celcius sebanyak 60 ml. Mengapa airnya sangat sedikit? Karena kita mau menghasilkan espresso, atau saripati kopi, atau konsentrat. Dalam hal ini, rasio 1:3,4 via aeropress bisa menjamin kekentalan menyerupai espresso.
  5. Masukkan espresso ke dalam gelas penyajian.



Kedua, mari kita buat susu untuk teman si espresso!

  1. Panaskan susu sapi segar hingga 90 derajat Celcius.
  2. Press 120 mililiter susu sapi dengan menggunakan french press. Butuh sedikit tenaga agar susu yang kita press mengeluarkan busa. Busa inilah yang menghasilkan tekstur yang enak saat mencicip si cappuccino nanti. Biasanya, kita harus “mengocok” si french press–katakanlah 1 menit–untuk menghasilkan foam yang cukup.
  3. Tuangkan susu panas ke dalam espresso. Pelan-pelan dan jangan terlalu penuh, agar tak tumpah.
  4. Jika ada bubuk coklat, taburkan di atasnya sebagai garnish. Ada juga yang suka sedikit serutan kayu manis.
  5. Secangkir cappuccino spesial siap diseruput.


Kesimpulan Resep Membuat Cappuccino di Rumah

Resep kopi enak yang berjudul cappuccino ini sangat gampang untuk kita buat. Tak butuh keterampilan khusus untuk meracik resep ini. Dan yang paling utama, alat-alat seduh kopi sederhana dan manual yang ada di rumah bisa kita gunakan.

Intinya, siapkan satu shot espresso dan steamed susu. Campurkan.

Jadi tuggu apa lagi? Silakan mencoba resep capuccino ini dan jangan lupa share hasilnya pada komentar, di bawah ya.
(Info Kopi)

Java Brown Coffee

Java Brown Coffee - Dulu di Forum Jual Beli Kaskus, saya membeli alat seduh Vietnam Drip dari Chandra Kurnia dengan nama Sarang Kopi, maklum hingar bingar pour over masih belum terdengar dan alat ini menjadi andalan keseharian. Dengan dicampur susu, jadilah acara harian ngopi seolah naik kelas dari cara tubruk biasa walau perlu sedikit kesabaran menunggu kebaikan gaya gravitasi menurunkan air yang keluar secara perlahan. Kebahagian itu bisa menyeduh kopi tanpa ampas dan sesekali memperlihatkan alat ajaib ini kepada teman penyuka kopi. Di sini awal Chandra berpikir, bila Vietnam punya kultur kopi yang kuat dengan Vietnam Drip yang dinikmati di pelataran trotoar dengan meja dan kursi kecil, lalu apa ciri khas kopi Indonesia ?

Java Brown Coffee

Java Brown Coffee
Java Brown Coffee

Bukan hanya negara nun jauh di Vietnam sana, tetangga terdekat Indonesia seperti Malaysia juga punya kekhasan budaya minum kopi sendiri yang ditularkan oleh Cina peranakan. Kopi Tiam adalah ikon yang tak terpisahkan dari Malaysia atau di negara Singapura saat aktivitas keseharian perlu direhatkan sejenak untuk secangkir kopi berserta penganan roti yang berlapis kaya.

Menyadari bahwa Indonesia pun memiliki budaya kumpul-kumpul sambil ngopi sejak dulu kala. Dan lalu Chandra mulai bertanya-tanya, apa kopi khas Indonesia yg bisa menjadi identitas bangsa indonesia? Bertahun-tahun Chandra memikirkannya.

Hingga akhirnya dari suatu perjalanan dia ke sebuah daerah di Jawa Tengah, dia menemukan sebuah kedai kopi tua lalu menikmati secangkir kopi susu gula aren di sana.

Dari situlah Chandra menemukan inspirasi yang menjadi jawaban untuk mewujudkan cita2nya menciptakan kopi kebanggaan indonesia, kopi identitas bangsa dalam bentuk sachet yang bisa dinikmati semua orang.

Kemudian lahirlah resep Java Brown Coffee, kopi susu gula aren kebanggaan Indonesia yang berasal dari tanah Jawa.

Diracik dari 100% varian kopi arabika, merupakan pilihan yang berpadu sempurna dengan susu dan sehatnya gula aren alami yang dikenal rendah kalori serta lebih aman untuk dikonsumsi, lahirlah sebuah karya anak bangsa, JAVA BROWN, Truly Indonesian Coffee!

Notes : Esprecielo Java Brown tersedia di gerai Indomaret seluruh Indonesia atau bisa didapatkan via online di Tokopedia — di Official Esprecielo Store.
(Info Kopi)

Ragam Jenis Kopi

Ragam Jenis Kopi - Sebelum kita membahas varietas kopi yang jumlahnya mencapai ribuan di muka bumi ini ada baiknya kita mengenal apa itu kopi. Biji kopi yang kemudian digiling untuk minuman sesungguhnya adalah benih. Sementara, buahnya yang seringkali disebut cherry justru termasuk dalam keluarga berry dan jika ditarik lebih jauh hingga ke keluarga besar, kopi sejatinya termasuk dalam keluarga sayuran.

Ragam Jenis Kopi

Ragam Jenis Kopi
Ragam Jenis Kopi
Kopi ternyata Termasuk anggota kerajaan sayur bukan buah.

Umumnya, hanya biji kopi yang kita nikmati sebagai minuman. Namun, di negara Yaman dan Bolivia usai dipisahkan dari bijinya, cherry kopi pun ikut diolah dan dikonsumsi. Rasanya lebih menyerupai teh daripada kopi dengan catatan rasa dan aroma buah-buahan lebih kuat. Kita mengenalnya dengan nama cascara. Kini, cascara pun mulai umum disajikan di beberapa kedai kopi di Indonesia.

Anatomi buah cherry kopi. Eh, sayur berry kopi. Eh, buah sayur cherry berry kopi.

cherry kopi
Cherry Kopi
Kopi juga dikenal sebagai tumbuhan yang sangat pemilih. Kualitasnya sangat tergantung oleh ketinggian, cuaca, dan suhu yang tepat. Oleh karena itu kita mengenal sabuk kopi dunia (the bean belt). Nyatanya, kopi hanya bisa tumbuh dengan baik di negara-negara yang terletak dekat dengan garis ekuator.

Di antaranya: Indonesia, Papua New Guinea, Vietnam, India, Ethiopia, Kenya, Rwanda, Yaman, Uganda, Kolombia, Honduras, Brazil, Peru, Panama, Guatemala, Costa Rica, El Salvador, Hawaii, dan Australia.

Sabuk kopi dunia.
Sabuk kopi dunia.

Ragam Jenis Kopi

Menurut ahli botanika Peter Baskerville, dari 25 spesies kopi hanya dua yang dibudidayakan untuk produksi komersil yaitu; Coffeea Arabica (arabika) dan Coffeea Canephora (robusta). Kita juga mengenal spesies Liberica, namun karena lemahnya karakteristik rasa dan kurangnya peminat spesies ini hanya memenuhi 2% produksi kopi dunia. Sementara arabika 70 % dan sisanya robusta. Adapun perbedaan antara arabika dan robusta adalah:

Kopi Arabika

  • Tumbuh di atas ketinggian 900 mdpl hingga 2200 mdpl
  • Rentan terhadap hama penyakit dan perubahan cuaca
  • Bentuk biji kopi lebih panjang dan lonjong
  • Jumlah kafein sekitar 1% dari berat biji kopi
  • Memiliki struktur kimia lebih kompleks sehingga kaya aroma dan rasa
  • Arabika memenuhi 70% produksi kopi dunia, Brazil adalah produsen utama


Kopi Robusta

  • Dapat tumbuh di ketinggian 400 – 800 mdpl
  • Lebih kuat bertahan menghadapi gempuran perubahan cuaca dan hama penyakit
  • Bentuk biji kopi lebih kecil dan bulat
  • Jumlah kafein sekitar 2% dari berat biji kopi
  • Rasa cenderung lebih pahit dan tajam
  • Memenuhi sekitar 30% produksi kopi dunia, Vietnam adalah produsen utama


Varietas Arabika yang Perlu Kamu Kenal
Kopi arabika memiliki turunan ribuan varietas yang tersebar di seluruh sabuk kopi dunia. Pohon kopi menyerap mineral, protein, dan kualitas lain yang terkandung di dalam tanah oleh karena itu produksi kopi dari tiap negara memiliki karakter rasa berbeda. Berikut adalah beberapa varietas yang perlu kamu kenal, Coffeemates:

Typica
Ini adalah varietas pertama yang dibawa oleh bangsa Eropa ke negara-negara jajahannya di seluruh dunia. Typica adalah ibu dari hampir seluruh varietas yang ada saat ini. Berkarakter manis, rasa yang jernih, dan body seimbang.

Bourbon
Pada awal abad ke-18 Perancis menanam varietas Typica di sebuah pulau bernama Bourbon (sekarang Reunion; dekat dengan Madagaskar). Namun, Typica yang ditanam di pulau ini bermutasi dengan sendirinya dan menghasilkan varietas baru dengan rasa sedikit lebih manis dari ibunya.
Bourbon sendiri kemudian bermutasi lagi menjadi beberapa varietas yang menghasilkan cherry berwarna oranye dan kuning.

Ethiopia Heirloom
Ethiopia Heirloom adalah termasuk ke daalam varietas wildflower yang diturunkan dari hutan alami penuh kopi di bagian Barat Daya Etiopia. Sebagai negara tempat lahirnya kopi, Etiopia masih memiliki ribuan varietas asli yang tidak berasal dari Typica. Varietas ini masih memiliki sedikit informasi di level botanikal, sehingga diklasifikasikan menurut daerah tempatnya tumbuh seperti: Harar, Sidama, dan yang paling banyak dikenal Yirgacheffee.

Gesha (atau terkadang Geisha)
Dipercaya berasal dari Etiopia, namun kini, ia tumbuh di Amerika Tengah dan Selatan—terutama yang paling dikenal dari Panama. Termasuk varietas kopi yang paling mahal karena tak dapat tumbuh di sembarang tempat dan menghasilkan buah lebih sedikit dari varietas lainnya. Pada tahun 2010, beras kopi gesha paling baik terjual $170/0,5 kilogram. Keunikan rasanya yang begitu manis dengan kekayaan aroma floral membuatnya sangat diminati. Seringkali digunakan dalam kompetisi barista tingkat nasional maupun dunia.

SL-28 dan SL-34
Pada tahun 1930-an sebuah laboratorium di Kenya bernama Scott Laboratories berniat untuk mengembangkan varietas kopi yang memiliki daya tahan lebih kuat terhadap hama dan cuaca. SL-28 memiliki kelebihan tahan kekeringan dan SL-34 tetap dapat tumbuh subur meski curah hujan sangat tinggi. Keduanya dikenal memiliki karakter rasa buah-buahan, juicy, dan tingkat acidity yang kompleks. Meski demikian, SL-28 dinilai lebih superior di antara keduanya karena memiliki karakter rasa blackcurrant.

Timor Hybrid
Pada abad ke-19 penyakit karat daun menggempur seluruh perkebunan kopi Belanda di Indonesia. Sehingga, Belanda mengganti hampir seluruhnya dengan varietas robusta. Meski tahan terhadap hama namun memiliki kualitas lebih rendah dari arabika. Namun, beberapa pohon arabika dan robusta di pulau Timor justru kawin dan bermutasi menjadi varietas baru yang lebih tahan hama. Meski karakter rasa robusta masih mendominasi namun Timor Hybrid dapat dikawinkan dengan varietas arabika lainnya. Varietas ini kerap digunakan untuk mengembangkan varietas arabika baru yang memiliki kualitas lebih tahan hama.

Tekisik
Termasuk dalam keluarga Bourbon yang dibudidayakan di antara hutan-hutan Guatemala. Varietas ini dikenal dengan level acidity yang bertingkat-tingkat dengan rasa manis yang cukup kuat. Seringkali terasa seperti karamel atau gula merah.

Villalobos
Umum ditemukan di Indonesia. Pada masa kolonial Belanda menanamnya pertama kali sekitar tahun 1600-an. Merupakan turunan tipika dengan karakter rasa halus, beraroma floral, dan terkadang mengeluarkan rasa jeruk.
 (Info Kopi)

Ari, Barista yang Jago LatteArt

Ari, Barista yang Jago LatteArt - Banyak orang setuju membuat secangkir kopi yang enak merupakan sebuah seni. Saat ini memesan kopi khususnya latte, kita tidak akan mendapati secangkir kopi latte polos tanpa lukisan. Hiasan khas yang memperindah kopi ini disebut latte art. Waktu peracik kopi atau barista sedang beraksi membuatnya di coffeebar, kita pasti takjub melihatnya. Para barista melukis kopi dengan susu yang dibuat sedemikian rupa dengan lukisan yang menarik. Tetapi itu tak semudah yang terlihat. Perlu keterampilan khusus dan latihan agar latte art terlihat sempurna.

Ari, Barista yang Jago LatteArt


LatteArt
LatteArt


Salah satu barista kedai kopi ternama yang sudah mengikuti puluhan  kompetisi latteart, Achmad chusairi akan membagi pengalamanya tentang latteart. Kurang lebih sudah tiga tahun ia bergelut di dunia kopi.

Awal mula Ari, begitu sapaannya terjun menjadi barista karena Ari sangat menyukai kopi dan makin mencintai kopi setelah menjadi barista. “Saya penikmat kopi sebelum menjadi barista dan semakin mencintai kopi setelah menjadi barista.” Ujar Ari saat di wawancarai oleh InfoKopi.Online.

Selain mengerti kopi, Ari juga handal dalam seni latte art.Terbukti dari seringnya Ari mengikuti kompetisi. Puncaknya tahun ini Ari harus puas berada di posisi kedua pada tingkat regional di kompetisi nasional. Seperti gayung bersambut, tak lama setelah kompetisi nasional. Ari kembali mengikuti kompetisi yang sangat bengengsi, SLAC (Starbucks Latte Art Competition). Membawa namanya menduduki juara pertama, mengalahkan barista-barista yang juga handal di bidang latte art.

Ari membagi cerita kepada infoKopi.Online mengapai sangat gigih berlatih latte art, hingga pada akhirnya bisa menjadi sang jawara. Awal mula Ari mencoba latte art pertamanya saat ia menggambar sebuah hati.

Ari, Barista yang Jago LatteArt
Ari, Barista yang Jago LatteArt

Secangkir kopi berlukiskan hati itu ia berikan kepada seorang wanita berkebangsaan asing yang sedang berada di kedai kopinya. Berulang kali wanita itu mengucapkan terima kasih untuk secangkir kopi hati tersebut. Sampai wanita itu rela mengembalikan cangkir kotor kepada Ari dan kembali mengucapkan terimakasih. Dari saat itu Ari mulai tahu ada hal kecil yang ia buat ternyata berdampak baik untuk penikmatnya.

Menurutnya ada dua hal penting yang harus di perhatikan jika ingin mencoba latt art. Pertama dibutuhkan foam (busa susu) yang baik, halus, tidak tebal dan tidak terlalu tipis. Kedua di butuhkan shot kopi yang baik. Dua hal yang harus di pahami bagi pemula yang ingin mencoba.

“Dua hal itu mengingatkan saya dengan salah satu mentor saat itu. Mentor saya bilang, jika ada Art yang bagus di secangkir latte dapat dipastikan rasa kopi tersebut juga pasti enak. Karena penunjang keberhasilan sebuah latte art terletak pada foam dan shot. (Kopi Indonesia)

Apa itu Barista?

Apa itu Barista? - Barista bukan hanya sekedar orang yang “bertugas” untuk membuat kopi di kedai kopi. Lebih dari itu, mereka adalah seniman.

Apa itu Barista?

JADI sepertinya sah jika kita, atau saya, mengatakan bahwa menjadi barista bukanlah perkara gampang segampang membalikkan tangan. Juga bukan pekerjaan mudah meskipun yang mereka kerjakan seolah terlihat mudah. Di banyak kamus bahasa, pengertian barista adalah seseorang yang menyiapkan dan menyajikan kopi-kopi berbasis espresso. Meskipun istilah barista digunakan untuk menyebut orang yang menyiapkan kopi, namun secara teknis barista adalah seseorang yang sudah terlatih secara professional untuk membuat espresso, plus memiliki keahlian tingkat tinggi untuk meracik kopi-kopi yang melibatkan berbagai campuran dan rasio semacam latte atau cappuccino.

Secara etimologi, kata barista berasal dari Bahasa Italia yang berarti bartender, yaitu mereka yang menyajikan segala macam minuman, bukan hanya kopi. Namun seiring perkembangan jaman dan masuknya tren kopi ke Amerika dan Eropa, kata ini kemudian diadopsi menjadi yang sekarang kita kenal. Sementara di Italia sendiri, barista sering disebut dengan baristi (untuk laki-laki) atau bariste (untuk perempuan).

 Apa yang Dikerjakan Barista?

Apa itu Barista?
Apa itu Barista?

Umumnya barista memang bekerja di kedai-kedai kopi, bar-bar kopi atau coffee shop dan biasanya mengoperasikan mesin-mesin espresso komersial yang cenderung rumit. Tugas mereka adalah mengukur seberapa besar suhu dan tekanan yang diperlukan untuk membuat espresso—terutama karena espresso dikenal sebagai minuman yang ‘agak ribet’ sehingga membuat espresso secara manual pun dianggap sebagai pekerjaan yang penuh keterampilan.

Selanjutnya barista juga membuat dan menyiapkan minuman-minuman yang memakai campuran susu, entah itu cappuccino, latte atau variasi keduanya. Menyajikan kopi-kopi semacam ini pun bukan pekerjaan yang hanya sekadar mencampurkan-susu-ke dalam-espresso saja, tapi memerlukan keterampilan dan skill tambahan lagi untuk meramu: apakah susunya harus di-froth, di-steam atau di-foam sebelum akhirnya menyempurnakan sentuhan di minuman itu dengan yang sekarang Anda kenal dengan latte art.

Di luar menyiapkan espresso dan minuman-minuman lain, seorang barista yang terampil juga dituntut memiliki pengetahuan yang baik tentang seluruh proses kopi agar bisa menyiapkan secangkir kopi nikmat yang tak akan terlupakan oleh pelanggannya. Karena tidak lucu juga ‘kan kalau kita bertanya “single origin apa yang diseduh hari ini?” namun dijawab “single origin Aeropress, V60 (atau nama-nama manual brewer lainnya)” oleh si barista.

Karena itu pula, untuk menjadi seorang barista diperlukan latihan demi latihan, bahkan tak jarang mereka mengikuti kelas-kelas dan pelatihan barista selama bertahun-tahun sebelum “ditahbiskan” dengan predikat ahli atau expert dalam bidang meracik kopi bernama barista.

Perkembangan Barista

Popularitas kopi yang kian tahun kian meningkat pun ikut menaikkan gengsi dan popularitas para peracik kopi bernama barista ini. Di banyak negara yang memiliki kultur minum kopi, seorang barista bahkan bisa memperoleh pendapatan per jam yang fantastis. Di Australia, pendapatan rata-rata barista bisa mencapai lebih dari $35 per jam, menyusul di belakangnya Oslo, Norwegia dengan pendapatan barista per jam $28. (Sisanya silakan googling sendiri, kalian mungkin akan terkesima melihat daftar pendapatan rata-rata barista per jam di luar negeri).

Di sisi lain, semakin semaraknya dunia kopi juga akhirnya melahirkan kompetisi barista kelas dunia. Kejuaraan resmi barista awalnya bermula di Norwegia, namun kejuaraan bergengsi yang sekarang dikenal dengan World Barista Championship (WBC) rutin digelar setiap tahun di berbagai negara berbeda. Sebelum berkompetisi di ajang WBC, biasanya masing-masing partisipan wajib mengikuti dulu kompetisi serupa di negara mereka untuk bisa diperhitungkan masuk ke WBC.


Kesimpulannya, memiliki dedikasi penuh dan (selalu) bersikap professional barangkali adalah salah satu alasan mengapa barista di luar negeri cenderung dihargai (baca: dibayar) begitu mahal. Karena sejatinya profesi barista bukan hanya sekedar ‘tukang bikin kopi’ lalu selesai. Mereka adalah seniman yang tahu betul seberapa banyak takaran dan campuran yang diperlukan untuk menyajikan espresso dan variasinya. Jika pelanggan memesan cappucino, maka mereka akan benar-benar meramu cappucino, bukan latte. Dan sebaliknya.

Selamat minum kopi(Kopi Indonesia)