Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan

Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan - Tebet adalah salah satu sarang nongkrong muda-mudi di Jakarta. Pasar ini tentunya amat menarik bagi pecinta kopi asli Indonesia. Sudah banyak pula kedai kopi yang bertengger di bilangan Jakarta Selatan ini.

Buat saya pribadi, punya langganan kedai kopi di Tebet sungguh jadi prioritas. Soalnya area ini biasa saya lewati saat berangkat kerja. Siapa yang tak mau ngopi enak sebelum ngantor?

Pernah satu kali, saya berangkat agak siang. Sekitar pukul 10.30–dan rasanya ingin sekali menyesap kopi. Sekali putar Tebet, tak ada kedai kopi yang buka. Hasilnya: mangkel seharian.

Sekarang, blantika ngopi di Tebet sedang menggeliat. Mulai ada beberapa kedai yang serius menyajikan kopi enak, mulai dari Casa Verde yang umumnya berbasis espresso, hingga Kopikina.

Kedai yang satu ini mengkhususkan pada banyaknya kopi dari berbagai daerah asal di Indonesia. Ada sekitar 50 macam kopi asli Indonesia yang mereka pajang. Ambisius!

Kopi Kina Bukan Obat Malaria

Sekitar dua tahun lalu, saya datang ke Kopikina. Saat itu saya penasaran. Ini tempat kok selalu ramai. Saat saya datang, rak-rak masih berantakan, dengan toples-toples yang hampir kosong dari biji kopi.

Setelah membayar untuk secangkir kopi dan penganan ringan, saat itu saya membawa pulang kecewa. Kopinya kurang asyik: panas mengepul, bersisa pahit, dan pelayanannya juga masih kurang.

Masih jelas di ingatan bahwa kala itu, saya memesan kopi dari Kalimantan. Saat bertanya preferensi cita rasa si kopi, jawaban yang saya dapat tak memuaskan.

Selama hampir dua tahun, saya meyakini kedai ini punya karunia yang hebat: lokasi, lokasi dan lokasi. Sayang jika kopinya kurang asyik, batin saya.

Sampai saya datang kembali ke Kopikina beberapa bulan lalu.

Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan
Kopikina : Tempat Ngopi di Tebet, Jakarta Selatan

Toples-toples berisi 50-an lebih kopi dari seluruh nusantara sudah tersusun rapi. Nama-nama daerah yang “aneh” bermunculan, bersisian dengan daerah asal yang sudah mapan seperti Gayo, Sumatera dan Papua. Ada kopi dari Ijen, misalnya. Lalu ada arabica dari Kepahiang, Bengkulu.

Kopikina–dua suku kata terakhir bukan berarti si obat malaria, tapi akronim unik dari “kopi seluruh Indonesia”–juga sudah mulai bergiat dalam segi pelayanan. Saya pun menduga lebih jauh: proses mutu kopi juga dinaikkan.

Kemungkinan besar karena persaingan kedai kopi di sekitar Tebet–juga Jakarta–yang cukup sengit. Dan sederhananya, siapa yang tak ingin terus berkembang?

Pelayan dan penyeduh semakin ramah. Dan seperti biasa saat memesan: saya minta rekomendasi si tukang racik kopi.

 Arabica Kepahiang Plus-plus


Kepahiang
Kepahiang 

Begitu kopi Kepahiang – Bengkulu dilisankan, kepala ini pun refleks mengangguk.

Penyeduh (yang sampai berkeringat) meracik bulir-bulir berwarna coklat tua tersebut dengan giat. Tak sampai 15 menit, si kopi pun datang.

Presentasi sajiannya sungguh menarik: untuk kopi metode saring, Kopikina menyajikan dalam botol transparan imut bersama gelas bening. Cantik!

Setelah tampilan kopi lulus dengan nilai keren, sekarang kita harus mengenyam cita rasanya.

Saya tak sempat mengintip ritual penyeduh dari bangku saya. Pemandangan hari itu dihalangi oleh gundukan toples berisi kopi-kopi sangrai. Namun pada akhirnya, seduhan Kopikina hari itu jadi pengalaman yang menyenangkan.

Racikan penyeduh pada hari itu menghasilkan badan kopi tingkat menengah. Namun cita rasanya berdecap lemon, daun rempah, bahkan buah berry. Aroma khas jus buah juga ikut serta di setiap seruput.

Pengalaman ngopi di Kopikina juga meningkat lebih jauh karena atmosfer kedai. Dari macet dan panasnya jalanan Tebet, Kopikina menyurutkan panas dan debu ke suasana rumah (atau gudang?) yang asyik.

Kita bisa memilih duduk di bangku-bangku kayu, atau di meja bar yang diatur mepet ke jendela. Tak sudi melihat ramai jalanan Tebet? Tenang, ada gorden yang bisa menyekat pemandangan dan terang mentari. Cukup nyaman.

Saya membayangkan musik jazz yang lembut, yang lamat-lamat ditingkahi putaran kipas angin dan deru konstan pendingin ruangan. Namun kali itu, Kopikina justru menyajikan musik slow alternative–yang anehnya, cukup sesuai dengan mood ruangan.

Pengalaman visual di kedai ini cukup baik. Dominasi warna coklat, bata dan turunannya menyelimuti mulai dari pintu masuk. Aroma kopi juga menggantung tebal di ruangan, mungkin dipengaruhi oleh letak mesin sangrai di satu sudut kedai.

Ngopi di Tebet? Ya Kopikina!

Bisa dikatakan pengalaman mencicip arabica Kepahiang saat itu melipur lara pengalaman pertama saya dulu.

Kopikina jelas bekerja keras untuk menyajikan secangkir kopi terbaik untuk pelanggannya. Setelah beberapa kali mampir, kedai ini terlihat tekun berbenah. Mereka bahkan menyediakan mesin untuk racikan merujuk espresso.

Jika Anda bergerak-gerik di sekitar Tebet, kunjungilah Kopikina. Walau terkadang kedai ini ramai sekali, jangan segan untuk mampir. Tak salah jika kita mencoba beramah-tamah dengan penyaji atau para penyeduh. Anak-anak muda di bilik kedai ini sangat bersemangat.

Dalam kesempatan lain, saya mencoba (kembali) kopi Solok di Kopikina. Kali ini, seduhan terasa bertambah intens. Usut punya usut, ternyata Kopikina ingin menaikkan kekuatan seduhnya. Intinya, dengan harga dan volume yang sama–kopi di sini terasa lebih nendang. Begitulah kesan yang saya dapat dari Kopikina.

Dari percakapan itulah seduhan berganti menjadi aeropress kopi Gayo kupas kismis, yang tak ada di menu. Kopi olahan semi-natural tersebut memang cukup unik, yang menjadi penutup obrolan singkat tentang blantika kopi di Tebet malam itu.

Dan begitu transaksi pelunasan dilakukan, yang dihitung ternyata cuma satu seduhan.

“Yang nggak ada di menu nggak dihitung Mas,” kata para penyeduh.

Saya pun terkekeh dan mengucap banyak terima kasih.

Jadi siapkan stamina dan mental Anda untuk ngopi 50-an jenis (plus-plus) di Tebet. Mengumpulkan kopi daerah asal sebanyak itu memang rencana ambisius. Dan dari seluruh kedai di Jakarta, cuma di Kopikina tempatnya!

Kopi arabica Kepahiang dan Solok di Kopikina
Harga: Rp 20.000 dan Rp 21.000

Kopikina (Instagram | Twitter)
Jl. KH. Abdullah Syafi’ie No. 1
Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12810 (peta)
Jam buka: 10.00 – 24.00 (Ramadan: 15.00-02.00)


(Info Kopi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »