Rahasia Menyeduh Kopi Sempurna

Rahasia Menyeduh Kopi Sempurna - Secangkir kopi hangat yang sedap bisa menjadi obat semangat di pagi hari. Kandungan kafein yang tinggi akan membuat Anda lebih bersemangat dan juga menghindarkan kantuk.


Rahasia Menyeduh Kopi Sempurna


Namun itu bisa terjadi kalau kopi yang Anda nikmati diseduh dengan sempurna. Tak perlu jadi barista andal untuk bisa meracik kopi yang enak. Pasalnya, para ahli sudah menemukan rumus tepat untuk membuat kopi yang sedap.

Kunci kenikmatan kopi ternyata terletak pada jumlah air yang dipakai untuk menyeduh kopi. Takaran air untuk kopi bubuk sangat mempengaruhi rasa kopi.


Jumlah air yang berbeda akan memberikan perbedaan rasa. Kopi bisa terasa ringan atau kuat tergantung jumlah air.

Hal ini berlaku pada cara pembuatan kopi dengan French press atau membuat kopi dengan alat penyaring. French press adalah alat penyeduh kopi yang dapat menghilangkan ampas kopi dengan menekan melalui tutupnya.

Dilansir dari Daily Mail, National Coffee Association USA (NCA USA) merumuskan "Golden Ratio" atau rasio emas untuk menyeduh kopi.

Anda cukup mencampurkan satu atau dua sendok makan kopi bubuk dengan 177 ml air (6 ons air).

Pilihan untuk menyeduh satu atau dua sendok makan kopi bubuk tergantung pada seberapa 'kuat' rasa kopi yang diinginkan. Dua sendok kopi berarti rasa minuman Anda akan terasa kuat.

Asosiasi tersebut juga merekomendasikan untuk menggunakan air pada suhu antara 85 - 96 derajat Celcius.

Dilansir dari Daily Mail, National Coffee Association USA (NCA USA) merumuskan "Golden Ratio" atau rasio emas untuk menyeduh kopi.

Anda cukup mencampurkan satu atau dua sendok makan kopi bubuk dengan 177 ml air (6 ons air).

Pilihan untuk menyeduh satu atau dua sendok makan kopi bubuk tergantung pada seberapa 'kuat' rasa kopi yang diinginkan. Dua sendok kopi berarti rasa minuman Anda akan terasa kuat.

Asosiasi tersebut juga merekomendasikan untuk menggunakan air pada suhu antara 85 - 96 derajat Celcius.
(Info Kopi)

Kopi Jawa

Kopi Jawa - Jawa punya macam kopi lebih banyak daripada daerah lain. Sebab, wilayah Jawa lebih luas dan hampir di setiap daerahnya terdapat produk kopi. Sebut saja di Malang ada kopi Dampit, Bondowoso punya kopi Raung dan Ijen, Yogyakarta memiliki kopi Merapi, demikian halnya dengan Kendal.

Kopi Jawa

Kopi Jawa
Kopi Jawa


Kopi Dampit menjadi brand untuk kopi di Malang. Kopi ini memiliki aroma dan cita rasa cokelat karamel.

Kopi Ijen Raung diambil dari nama dua gunung yang mengapit Bondowoso, yakni Gunung Ijen dan Raung. Kopi arabika Ijen Raung memiliki rasa khas masam, cokelat, pedas, serta beraroma rempah-rempah. Rasa asam itu dihasilkan karena kopi tersebut tumbuh di lereng gunung dengan ketinggian di atas 1.000 mdpl.



Sementara itu, nama kopi Merapi memang tak sepopuler macam lainnya. Padahal, kopi tersebut sudah dibudidaya sejak zaman kolonial Belanda. Kopi tersebut ditanam di lereng Gunung Merapi yang hingga kini masih aktif.

Kopi Merapi memiliki cita rasa halus, berbeda dari kopi lainnya. Hal itu diperoleh karena kopi Merapi ditanam di tanah vulkanik sehingga tekstur dan rasanya cenderung lebih halus.

Untuk Kendal, ada kopi varietas exelsa dan robusta. Kopi Kendal memiliki tiga aroma, yakni buah nangka, pisang, dan cengkeh. Kopi yang beraroma buah nangka adalah varietas Exelsa, sedangkan kopi yang mempunyai aroma buah pisang adalah varietas robusta.(Info Kopi)

Kopi Bali

Kopi Bali - Bali memiliki kopi khas yang biasa disebut Kintamani. Kopi Bali ini sebagian besar dikembangkan di Desa Mengani sekitar Danau Kintamani. Maka dari itu, sebagian orang ada yang menyebut kopi khas Bali adalah Mengani atau Kintamani Mengani.


Kopi Bali

Kopi Bali
Kopi Bali


Di Desa Mengani, 95 persenkopi yang ditanam berjenis “kobra”. Disebut “kobra”, kopi Bali ini kali pertama dikembangkan di Kolombia dari hasil persilangan Caturra dengan Hibrido de Timor, tetapi kemudian lebih populer di Brasil.

Kopi Kintamani olahan Pabrik Kopi Mengani memiliki kekhasan rasa tersendiri. Aroma yang muncul adalah buah longan, melon, dan karamel dari selai nanas pada kue nastar. Rasa ini tidak lepas dari faktor tanah, varietas, dan teknik pengolahan.

Kopi Lombok yang cukup dikenal di Indonesia, terutama yang diolah di Dusun Prabe, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Tahun 2013, nama kopi “Lombok” berganti dengan nama kopi “Prabe Lombok”. Lalu tahun 2015, namanya kembali berubah menjadi kopi “Radja Lombok”.

Selain kopi Radja Lombok, Dusun Prabe juga mengeluarkan Kopi Sembalun yang ditanam di lereng Gunung Rinjani. Kopi Sembalun dibuat dari biji kopi pilihan yang benar-benar sudah matang.(Info Kopi)

Kopi Sulawesi

Kopi Sulawesi - Berbicara tentang kopi di Sulawesi, pasti mengarah ke kopi Toraja. Kopi Sulawesi ini termasuk legendaris dan sudah dikenal hingga ke luar negeri.

Kopi Sulawesi

Kopi Sulawesi
Kopi Sulawesi


Kopi Toraja dulu dikenal sebagai minuman santai kaum elite. Bahkan, oleh masyarakat Toraja sendiri, kopi tersebut disebut minuman para dewa (Kopi Toraja, Kopi Para Dewa/Harian Kompas edisi 14 Agustus 2016).

Kopi Sulawesi  juga dijadikan minuman pesta-pesta para elite di Batavia pada abad ke-19, dan menjadi komoditas yang diperebutkan para pedagang besar di Sulawesi.

Kopi Toraja memiliki dua varietas, yakni arabika dan robusta. Keduanya memiliki kandungan asam yang cukup rendah. Kopi Toraja ini tidak meninggalkan rasa pahit, sensasi rasa pahit langsung hilang seketika pada tegukan pertama.

Umumnya rasa kopi Toraja serupa dengan kopi Sulawesi, yaitu memiliki rasa khas tanah dan hutan dengan kandungan asam rendah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh proses pemetikan biji kopi menggunakan teknik tertentu.(Info Kopi)

Kopi Papua

Kopi Papua - Kopi Papua terbilang salah satu kopi terbaik di Indonesia. Sebagian orang menyebut rasa kopi asal Papua yang mayoritas varietas Arabika ini sangat nikmat, terlebih kopi yang ditanam pada ketinggian 2.000 mdpl, yakni di puncak Pegunungan Jayawijaya.

Kopi Papua

Kopi Papua
Kopi Papua


Dikutip Kompas Travel, Kwei Ing, salah satu penyedia kopi arabika Papua saat Organic Weekend Festival di Hotel Crowne Plaza Bandung, Sabtu (19/3/2016), menyebutkan, kopi arabika dari dataran tinggi Papua merupakan salah satu kopi terbaik yang dimiliki Indonesia.

“Kopi arabika yang ditanam di area puncak pegunungan Jayawijaya memiliki kadar asam yang mendekati nol, dan kafein yang rendah. Karena semakin tinggi tempatnya, kopi arabika akan semakin bagus,” ujar Ing.

Menurut Ing, kopi arabika ditanam pada ketinggian 2.000 mdpl. Secara geografis, itu termasuk yang tertinggi di dunia sehingga bebas polusi, bebas hama, dan tidak membutuhkan pupuk.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Papua, terdapat 16 kelompok petani kopi Papua yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Dogiyai.(Info Kopi)

Kopi Lampung

Kopi Lampung - Lampung juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia. Sebagian besar, jenis kopi yang ditanam adalah robusta.

Kopi Lampung

Kopi Lampung
Kopi Lampung


Salah satu kopi Lampung yang terkenal adalah kopi Ulubelu. Nama Ulubelu sendiri diambil dari nama kecamatan di Tanggamus, tempat kopi tersebut ditanam.

Kopi Ulubelu memiliki karakteristik biji kopi yang sedikit berbeda dari jenis kopi robusta di daerah lainnya. Kopi ini memiliki bentuk buah atau biji kopi yang lebih bulat dari kebanyakan kopi robusta, terutama kopi robusta daerah lain di Lampung.

Selain itu, cita rasa kopi Ulubelu lebih berat menunjukkan kandungan zat yang lebih banyak pada sebuah biji kopi, serta memiliki rasa yang sangat lezat dengan aroma begitu khas. Ada yang bilang aromanya seperti cokelat atau gula aren.

Kopi Ulubelu bisa mudah didapat di berbagai outlet makanan khas Lampung hingga swalayan di Kota Bandar Lampung. Bahkan, kopi Ulubelu Lampung kemasan modern telah merambah pasar luar daerah.

Sebagian besar penduduk setempat menyajikannya dengan mencampurkan gula aren pada seduhan kopi tubruknya.

(Info Kopi)

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera - Sumatera juga memiliki kopi yang memiliki cita rasa nikmat. Beberapa jenis kopi Sumatera yang sudah terkenal di dalam dan luar negeri adalah kopi Sidikalang, Besemah, dan arabika Dolok Sanggul.

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera
Kopi Sumatera


Biji kopi Sidikalang memiliki tekstur yang lambut, tetapi rasanya berat. Rasa khas ini dikatakan sebagai hasil perpaduan cuaca sejuk dengan tanah di ketinggian 1.500 mdpl.

Selain Sidikalang, Kopi Sumatera juga memiliki kopi Besemah. Tanaman kopi ini terletak di daerah perbukitan dan pegunungan Pagaralam. Jenis kopi robusta ini sangat diminati karena memiliki aroma yang istimewa dan kuat. Wanginya sudah tercium sebelum kopi tersebut dibuat. Konon, kopi sumatera ini merupakan minuman favorit Ratu Juliana pada zaman penjajahan Belanda dulu.

Lalu, Dolok Sanggul yang merupakan kopi khas Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kopi Dolok Sanggul memiliki karakter khas, yakni ukuran biji hijau kebiru-biruan yang mungil dengan aromanya menyengat. Saat diseduh, aromanya kuat. Rasa asam buah memikat, terdapat semacam rasa cokelat atau gula merah, pahitnya segar dan lekat di langit-langit mulut.

Kopi Sumatera juga memiliki kopi arabika dan robusta di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Kopi Selatan, terutama di tanah dengan ketinggian 500-1.500 mdpl di Desa Segampit, Kecamatan Semendo. Rasanya mirip cokelat keasam-asaman.(Info Kopi)

Kopi Aceh

Kopi Aceh - Kopi di tanah Aceh tersebar di sejumlah daerah, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Kopi Aceh terkenal dengan sebutan kopi Gayo. Rata-rata kopi ini ditanam di dataran tinggi di tiga daerah tersebut.

Kopi Aceh

Kopi Aceh
Kopi Aceh


Secara historis, kopi Aceh muncul sekitar abad ke-17, pada masa penjajahan Belanda. Kopi Aceh ini terbilang nikmat sehingga dijadikan primadona oleh Belanda. Bahkan, Belanda menyebut kopi ini produk masa depan karena saat itu sangat diminati di pasar luar negeri. (Tanah Air: Kopi Gayo, Warisan yang Menghidupi/Harian Kompas edisi Sabtu, 20 Agustus 2011)

Kini, kopi Gayo, selain terkenal di negeri sendiri, juga dikenal oleh penikmat kopi di luar negeri, terutama di Uni Eropa.

Terdapat 60 varietas dan cultivated variety kopi Gayo. Namun, dari banyak varietas itu, dua di antaranya diambil untuk dikembangkan, yakni varietas Gayo 1 dan Gayo 2. Pengembangan dua varietas ini merupakan saran dari Kementerian Pertanian karena keduanya dianggap memiliki kualitas baik.

Menurut Mahdi, Ketua Gayo Cupper Team (GCT), sebuah asosiasi penguji cita rasa kopi, salah satu ciri khas kopi arabika Gayo adalah kecenderungan pada rasa yang tidak konsisten. Hal itu terjadi karena perkebunan kopi di daerah ini memiliki ketinggian yang berbeda, serta cara budidaya yang beragam.

Kopi arabika yang ditanam pada ketinggian di bawah 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) cenderung menghasilkan kualitas fisik jelek dan cita rasa yang tidak disukai oleh penikmat kopi pada umumnya. Keasaman kopi rendah dan kurang kental. Sementara itu, kopi yang ditanam di atas ketinggian 1.200 mdpl menghasilkan biji kopi yang baik dengan cita rasa yang lebih kompleks.(Info Kopi)